Kamis, 28 November 2019

BIMTEK PENYUSUNAN LAPORAN EVALUASI DIRI PROGRAM STUDI UNTUK AKREDITASI 9 STANDAR 2019




Banjarbaru - Forum Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (FORPERTAIS) mengadakan acara pembimbingan dengan Tema Bimbingan Teknis Penyusunan Borang Akreditasi Program Studi Dengan 9 Kriteria di lingkungan PTKIS wilayah KAL-SEL-TENG. Kegiatan berlangsung dari tanggal 26-27 Nopember 2019 dan mengambil tempat di hotel Rodhita Banjarbaru Kalimantan Selatan. Narasumber pada kegiatan ini adalah Dr. H. Supriyadi Ahmad, MA. Selaku Sekretaris Kopertais wilayah I wilayah Jakarta sekaligus Asesor BAN PT yang sudah berpengalaman menilai mutu PTAIS di Indonesia.

STIQ Amuntai tidak melewatkan kegiatan ini dan mendelegasikan Dr. Farid Permana, M,Pd.I dan Muh. Haris  Zubaidillah, M.pd. selaku ketua Lembaga Penjaminan Mutu STIQ Amuntai dan penyusun borang akreditasi. Kegiatan serupa merupakan kegiatan kesekian kalinya yang diikuti STIQ Amuntai sebagai perwujudan dari impian memperbaiki kualitas mutu segala aspek di STIQ Amuntai.

Dalam sambutan yang di sampaikan oleh Dr. Quzwini, M.Ag selaku Kordinator FORPERTAIS Wilayah Kalsel-Teng beliau menyampaikan laporan kegiatan beserta tujuan dilaksanakannya kegiatan bimtek tersebut. Quzwini melaporkan bahwa peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini berjumlah 30 orang dari seluruh perwakilan Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (PTAIS) wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah.
Sambutan dari Dr. Quzwini, M.Ag Kordinator FORPERTAIS Wilayah Kalsel-Teng
Sambutan Dr. Asikin Nor, MA, M.Ag (tengah) Sekretaris KOPERTAIS XI wilayah Kalimantan
Kemudian sambutan kedua sekaligus membuka acara disampaikan oleh Dr. Asikin Nor, MA, M.Ag . Sekretaris KOPERTAIS XI wilayah Kalimantan ini menyampaikan berbagai kebijakan yang baru terkait dengan hubungan antara PTAIS di Kalimantan dengan KOPERTAIS XI. Beliau berkomitmen untuk menjalin hubungan yang baik dengan seluruh PTAIS yang ada di Kalimantan dengan strategi-strategi yang ditempuh salah satunya adalah dengan memberikan pedoman berupa buku panduan KOPERTAIS sehingga PTAIS mendapat petunjuk yang jelas dalam berurusan dengan KOPERTAIS XI. Asikin menyampaikan bahwa kegiatan bimtek ini adalah amanat dari forum yang harus dilaksanakan. Harapannya agar PTKIS dapat meningkatkan mutunya masing-masing. Menurutnya pemateri pada kegiatan ini adalah pemateri berpengalaman yang melihat segala permasalahan di PTAIS sekaligus Asesor BAN-PT yang sudah faham betul dengan seluk beluk PTAIS di Indonesia.

Pada sesi pertama Supriyadi selaku narasumber menyampaikan materi bimbingan tentang penyusunan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) yang berupa data kuantitatif. Dalam menyusun LKPS program studi yang akan diakreditasi menurutnya data harus sudah lengkap sehingga memudahkan dalam penginputan. Selain itu LKPS harus disusun terlebih dahulu untuk kemudian dideskripsikan dengan Laporan Evaluasi Diri. Kemudian pada sesi kedua terkait dengan Laporan Evaluasi Diri (LED), sarannya sebaiknya menerapkan semboyan “Tulislah apa yang telah dilakukan, Lakukanlah apa yang ditulis” hal ini akan membantu dalam keunikan dan keabsahan data masing-masing.
Peserta BIMTEK
Di akhir sesi Farid selaku perwakilan STIQ Amuntai mengungkapkan analisisnya di hadapan forum, menurutnya kebanyakan dari isian borang tanggung jawab LPM sangat mendominasi, setiap standar terdapat peran LPM. Namun demikian LPM di setiap PTAIS kinerjanya dapat dikatakan masih butuh bimbingan. Karena minimnya pengetahuan tentang aspek-aspek kerja di LPM sehingga kesediaan perangkat yang berhubungan dengan pengendalian mutu, evaluasi dan sebagainya masih terbatas. Farid menyarankan perlu adanya bimtek LPM untuk PTAIS di Kalimantan yang difasilitasi oleh FORPERTAIS. Menanggapi hal tersebut Suryadi mengiyakan adanya penomena tersebut. Beliau setuju sekali jika bimtek LPM dilaksanakan sehingga LPM memperoleh penerangan dan terarah dalam kinerjanya. Akibatnya akan sangat terasa dalam penyusunan LED baik prodi maupun Institusi.
Penutupan oleh H. Ushansyah, S.Sos, M.AP selaku sekretaris FORPERTAIS Wilayah Kalimantan

Kegiatan bimtek ditutup dengan sambutan dari H. Ushansyah, S.Sos, M.AP selaku sekretaris FORPERTAIS Wilayah Kalimantan kemudian doa dari peserta. (FP)
Read More

Rabu, 05 Desember 2018

WORKSHOP SOSIALISASI INSTRUMEN AKREDITASI 9 STANDAR




       Lembaga Penjaminan Mutu STIQ Amuntai Dr. Farid Permana, M.Pd.I dan Kaprodi PBA STIQ Amuntai Hasan, M,Hum mengikuti workshop terkait dengan sosialisasi Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) versi 3.0 dan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS)  Versi 4.0 dari hari Senin hingga Selasa tanggal 3- 4 Desember 2018 di Aula Hotel Aria Barito Banjarmasin. Kegiatan ini dihadiri 59 peserta dari lingkungan Kopertais wilayah XI Kalimantan.
Dalam sambutannya, Ketua LPM UIN Antasari Banjarmasin Dr. Husnul Yaqin, M.Ed melaporkan bahwa kegiatan ini sebenarnya adalah implementasi dari surat Direktur Dewan eksekutif BAN-PT  Nomor: 1350/BAN-PT/LL/2018 Tanggal 3 Juli 2018 mengenai Sosialisai Instrumen Akreditasi tersebut di atas. Menurutnya sosialisai ini sangat penting untuk dilaksanakan dan bagian dari agenda LPM UIN Antasari Banjarmasin. Maka dihadirkan langsung Saepuddin Nirwan, S.Kom, M.Kom sebagai nara sumber dari BAN-PT yang menurutnya berkompeten karena termasuk salah satu dari tim penyusun instrumen versi terbaru ini. Selanjutnya di sela sambutannya Husnul mengatakan bahwa STIQ Amuntai telah mengirimkan draft MoU kerjasamanya terkait dengan pendampingan Mutu Lembaga dan akredetasi.

       Di lain kesempatan, Prof. Dr. H. Mujiburrahman, MA. menyampaikan bahwa akreditasi perguruan tinggi dan program studi sangat penting bagi perguruan tinggi karena terkait masalah hidup dan matinya sebuah kampus. Maka dari itu ujar Mujib seluruh lembaga atau prodi yang ada di lingkungan UIN Antasari harus terakreditasi agar dapat dipertanggung jawabkan.
       Dalam pemaparan yang disampaikan Nara Sumber, Instrumen akreditasi terbaru ini ada 9 standar  yaitu: Visi Misi tujuan dan Strategi, Tata Pamong, mahasiswa, SDM, Keuangan sarana prasarana, Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Luaran serta capaian Tridharma. Di samping itu akreditasi tahun ini lebih mengutamakan Evaluasi Diri ketimbang Borang. Karena menurutnya Evaluasi Diri menggambarkan keadaan lembaga sebenarnya dan tidak bisa copy paste sebagaimana borang sebelumnya. Untuk itu tambahnya, Penyusunan Instrumen Evaluasi Diri harus unik dan tidak mungkin sama dengan gambaran prodi-prodi lainnya.
       Selanjutnya Saepuddin menyampaikan bahwa nilai akreditasi kedepannya tidak lagi berupa A, B dan C akan tetapi dirubah menjadi Unggul, Sangat Baik dan Baik. Namun ada yang menarik, untuk mendapatkan kualitas Unggul minimal harus ada dalam setiap standar berbau Internasional.
       Diharapkan dengan adanya kegiatan ini semua perguruan tinggi yang ada di wilayah kopertais XI Kalsel dapat meningkatkan mutu lembaganya masing-masing. (Farid/LPM)

Read More

Selasa, 02 Oktober 2018

DATA AKREDITASI

DATA SK AKREDITASI LEMBAGA DAN PRODI STIQ AMUNTAI
NO
JENJANG
AKREDITASI
NILAI
MASA BERLAKU
DOWNLOAD
1
Lembaga
Institusi
No.162/SK/BAN-PT/Akred/PT/IV/2015
C
10 April 2020
2
S1
Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA)
No. 468/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2014
B
15 Desember 2019
3
S1
Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidayah (PGMI)
No:
Proses
-
PDF
Read More

Hubungi Kami

Read More

Minggu, 30 September 2018

STRUKTUR ORGANISASI

Struktur Organisasi Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STIQ Amuntai terdiri atas :
  1. Ketua Lembaga Penjaminan Mutu
  2. Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu
  3. Subbag. Tata Usaha
  4. Staff Pelaksana
Read More